Rajabakarat Situs Casino Online Terpercaya Di Indonesia

Sabtu, 16 Maret 2019

Cerita Dewasa Akhirnya Aku bisa ngentot Dengan Istri Temanku Sendiri


CERITA DEWASA - Saya sebetulnya tidak tega menagih utang pada kawanku yang satu ini. Akan tetapi, sebab keadaanku sangat menekan, saya membulatkan tekad dengan keinginan temanku dapat membayar; minimum separuhnya dahulu. Sayang sekali, Darta, kawanku yang baru menikah enam bulan waktu lalu ini, tidak dapat membayar barang dikit juga. Memang saya memahami keadaannya. Dia menikah juga sebab tekanan orangtua Mila, yang sekarang jadi istrinya. Darta sendiri, sampai sekarang ini belumlah miliki pekerjaan. 

Sebab hari telah larut, saya tahu diri, selekasnya permisi pada Darta. 

?Gua jadi tidak enak nih..? 
?Biarlah Ta. Gua tidak apa-apa koq. Gua hanya nyoba saja, mungkin ada,? saya menukasnya, takut membuat jadi beban pikiran. 
?Ma, gua ingin bisikin suatu..? tidak diduga Darta mendekatkan mulutnya mengarah telingaku. Serta saya betul-betul terperanjat, saat Darta tawarkan istrinya untuk kutiduri. 
?Hilang ingatan lu.. Sialan..? ucapku. 
?Sstt.. Janganlah berisik. Gua pun kan ingin balas budi sama elu. Soalnya eu sudah berbuat banyak baik sama gua. Tidak ada kelirunya kan, jika kita sama-sama share kesenangan..? demikianlah kata Darta dengan serius. 

Memang diam-diam sudah lama saya tetap memerhatikan Mila. Bahkan juga saya juga memberikan pujian pada Darta, dapat memperoleh gadis secantik Mila. Tidak hanya posturnya yang tinggi, Mila mempunyai kulitnya yang putih serta mulus. Tubuhnya menggairahkan. Memang tetap terbungkus rapat, dengan pakaian yang longgar. Akan tetapi saya bisa memikirkan, begitu kenyalnya badan Mila. 
Baru lihat muka serta jemari tangannya juga, saya memang senang langsung berpantasi; memikirkan Mila bila ada di hadapanku tiada baju. Lantas Mila kugumuli dengan sesuka hati. Akan tetapi untuk melakukan perbuatan beberapa macam, rasa-rasanya kubuang jauh-jauh. Sebab saya begitu tahu, Mila itu orang baik-baik, serta keturunan orang baik-baik juga. Lihat saja penampilannya, yang tetap terbungkus sopan serta rapi. 

?Lu serius, Ta? Bagaimana dengan Mila? Apakah ia ingin?? saya juga pada akhirnya mulai terbuka. 
?Kita pasang taktik, donk! Jika dengan cara langsung, jelas istri gua kagak akan ingin,? jawabnya. 
?Bagaimana triknya?? saya ingin tahu. 

Darta kembali membisikan kembali gagasan gilanya. Saya benar-benar sangat inginkan hal tersebut berlangsung. Telah kubayangkan, begitu enaknya bersetubuh dengan wanita aduhai seperti Mila. 

?Mila..! Mila..! Milaa..!? Darta menyebut istrinya. 

Serta tiada selang waktu lama, Mila ke luar dari dalam kamarnya dengan dandanan yang masih rapat. 


?Ada apakah, Bang?? bertanya Mila. 
?Tolong belikan rokok ke warung..!? kata Darta sekalian merogoh uang beberapa ribu ke sakunya. 
?Baik, Bang,? Mila terima uang itu, lantas ke luar.

Darta selekasnya menyuruhku masuk ke kamarnya, sambil masuk ke kolong ranjang. Saya ingin saja, berbaring di tembok dingin, dibawah ranjang. Lantas Darta ke luar kembali. Pintu kamar, terlihat masih tetap terbuka. 

Selang beberapa saat, terdengar nada Mila yang hadir. Mereka terlibat percakapan di ruangan tamu. Serta Darta menjelaskan jika saya telah pulang, sebab ada ditelepon sama bos-ku. Mila kedengarannya sedikit bertanya. Ia tidak sangat memedulikan kehadiranku. Sampai nada pintu yang digembok juga, dapat terdengar dengan jelas. 


Kulihat dua pasang kaki masuk kamar. Pintu ditutup. Digembok juga. Bahkan juga termasuk juga lampu juga dimatikan, hingga mataku tidak lihat apa-apa kembali. Yang kudengar cuma nada ranjang yang berderit serta nada kecupan bibir, entahlah siapa yang mengecup. Lantas ada pula yang terdengar nada seleting celana, serta nafas Mila yang mulai tidak teratur. Pluk, pluk, pluk.. Kelihatannya baju mereka mulai dilemparkan ke lantai, satu-satu. 

?Emh.. Ah.. Uh.. Oh..? Jelas, itu nada punya Mila. 
?Euh.. He.. Euh..? nah jika itu, nada Darta. 

Nampaknya mereka telah mulai bercumbu dengam hebatnya. Ranjang juga sampai bergoyang-goyang demikian dahsyat. 

?Emh.. Akh.. Mari Bang.. Aduuh ss..? nada Mila membuat nafasku berjalan lebih kencang dari umumnya. 

Saya dapat rasakan, Mila tengah ada pada puncak nafsunya. Saya tidak tahan dengar nada dengusan nafas ke-2 insan yang tengah memadu berahi ini. Sampai saya mulai buka celanaku, bajuku serta celana dalamku. Saya telah telanjang bundar. Lantas saya berjalan perlahan-lahan, ke luar dari tempat persembunyian, kolong tempat tidur. 

Walau kondisi begitu gelap, akan tetapi saya masih tetap dapat lihat dua badan yang bergumul. Terpenting badan Mila, yang putih mulus. Darta telah memasukan penisnya, serta tengah memompanya naik turun, disertai desahan nafas yang tersengal-sengal. Konvensional. Mila kelihatannya lebih nikmati ada di tempat bawah, sekalian ke-2 tangannya memeluk erat badan Darta, serta kakinya menjepit pantat Darta. Saya mulai tidak tahan. 

Tidak diduga Darta makin percepat pompaannya. Ranjang bergoyang lebih ganas kembali. Serta nada erangan ketahan Mila makin menjadi-jadi. 

?Emh, emh, emh, emh.. Ah.. Oh..? Cuma itu yang keluar dari mulut Mila, sebab mulutnya disumpal oleh mulut Darta. Serta pada akhirnya. 
?Agh.. Agh..!? nada Darta akhiri pendakian itu. 

Akan tetapi nampaknya Mila belumlah tuntas. Dapat dibuktikan, kakinya masih tetap menyilang erat, menutup paha Darta, supaya tidak selekasnya mencabut penisnya. Tapi apakah akan dikata, Darta telah lemas. Dia tergolek dengan nafas yang lemah-lunglai. 
Peluang berikut, waktunya saya mesti masuk. Demikian yang direncanakan Darta barusan. Jadi tiada sangsi kembali, saya selekasnya melonjak ke atas ranjang. Mencapai badan Mila serta langsung menindihnya. Tentunya Mila terpekik kaget. 

?Siapa Kau..! Kurang ajar..! Pergi..! Ke luar..! janganlah..! setaan..!? Mila berontak. Dia begitu geram nampaknya. 
?Mila, saya miliki hutang pada kawanku. Berilah dia dikit peluang..? Darta yang menjawab, sekalian mengelus rambutnya. 
?Biadab..! Saya tidak ingin..! Bebaskan..! *******..!? Mila menggerakkan tubuhku. 

Akan tetapi sebab nafsuku telah mencapai puncak, saya tidak mungkin menyerah. Kutekan lebih keras tubuhnya, sekalian tanganku berupaya membimbing supaya penisku selekasnya masuk. Mila masih meronta. Mila berulang-kali meludahi mukaku. Tapi saya diam-diam menikmatinya. Bahkan juga ludahnya justru kusedot dari bibirnya, serta kutelan. 

Walau liang vagina Mila telah licin, akan tetapi penisku masih cukup seret untuk selekasnya menembusnya. Mila terpekik, saat saya mendesak serta memaksakannya sekaligus juga. Bles..! Pada akhirnya juga masuk. Kudiamkan sesaat, sebab saya ingin mencumbu dahulu bibirnya. Mila masih berontak, hingga kemudian kehabisan tenaga. Pada akhirnya dia cuma diam. 



Kurasakan ada air mata yang mengalir dari ke-2 kelopak matanya. Tapi saya makin bernafsu. Kuremas-remas payudaranya yang nyatanya memang lumayan besar serta demikian kenyal. Lantas saya mulai memompa penisku. Mila terpekik kembali. Kasihan pun, saya memandangnya. Hingga saya berjalan perlahan, hingga kemudian vagina Mila dapat menyesuaikan dengan penisku. Mila tidak bereaksi. Dia diam saja. Akan tetapi saya begitu menikmatinya. 

Meskipun Mila diam, tentu saja tambah lebih nikmat daripada mengerjakannya dengan patung. Saya selalu memompanya, sampai napasku mulai ngos-ngosan. Kucoba mengalirkan nafasku mengarah telinga Mila. Serta akhirnya lumayan bagus. Lama kelamaan, di celah isakan tangisnya, diam-diam kurasakan vaginanya diangkat, seolah Mila ingin terima hunjaman penisku lebih dalam. Tentunya saya makin semangat. Kupompa bertambah cepat kembali. Tidak diduga isakan tangisnya berhenti, ditukar dengan nafasnya yang semakin mengincar. Serta yang lebih mencengangkan kembali, kakinya tidak diduga menutup pantatku. Saya tersenyum, sekalian mencumbui telinganya. 

?Kau menikmatinya, sayang?? bisikku. 
?Diam..!? ia membentakku. Akan tetapi saya meyakini, Mila cuma tidak ingin mengaku kekalahan dianya. Buktinya, saat penisku kucabut, Mila mendesak pantatku. Tangannya juga memeluk tubuhku, supaya saya merapatkannya kembali. 

Lantas ada nada erangan dari bibirnya yang ketahan. Bertepatan erangan itu, ke-2 kakinya makin erat mendesak pantatku. Serta vaginanya didesak juga ke atas. Saya juga begitu terangsang. Sampai beberapa detik akhir akan selekasnya datang. Kupeluk erat juga badan Mila. Kugenjot bertambah cepat serta lebih keras. Hingga kemudian datang pada genjotan yang paling akhir. Saya tekan begitu kuat. Kugigit perlahan lehernya. 

?Agh.. Agh.. Agh..? Maniku keluar di vaginanya. Begitu juga Mila. 
?Akh.. Akh.. Akh.. Ss..? demikianlah yang keluar dari mulut Mila. 

Selanjutnya Mila menggerakkan tubuhku serta seolah menyesali serta tidak ingin kembali bersentuhan denganku.



Rajabakarat Situs Casino Online Terpercaya Dan Terbaik Di Indonesia