Rajabakarat Situs Casino Online Terpercaya Di Indonesia

Kamis, 07 Februari 2019

Cerita Seks Wanita Yang Ku Kentot Semestinya Jadi Istri Keduaku


Cerita Sexs - Saya tersenyum senang, saya memang tidak egois, agar Rita dahulu yang terkulai lemas nikmati klimaksnya, saya dapat menyusul lalu serta Rita tetap melayaniku dengan penuh kasih sayang serta kesabaran. 

Kubalikkan tubuhnya, kujilati dengan kulumat lendir-lendir di vaginanya, kujilat, kugigit sayang klitoris serta vaginanya, ia menggelinjang kegelian. Kutelan semua lendir Ritaku, selain itu penisku masih tetap berdiri tegak. 


?Cepat masukin penisnya sayang, Mamah ingin bobo nich.., lemas, ngantuk?, kicaunya. Sesudah kubersihkan vaginanya dengan handuk kecil, kumasukkan kembali penisku, aduh nyatanya lubang vaginanya menyempit kering kembali, meningkatkan nikmat berasa di penisku. 
?Mmaahh, eennaak.. Maahh, oogghh, sempit kembali Maahh..? sekalian selalu kutekan ke atas serta ke bawah penisku. 

Saya dikit mengusung badanku tiada mencabut penisku yang tenggelam penuh di vagina Rita, lalu kaki kanan Rita kuangkat ke atas serta saya duduk 1/2 tubuh dengan sandaran ke-2 dengkulku. Rita memiringkan dikit badannya dengan tempat kaki kanannya kuangkat ke atas. 

Dengan tempat demikian, kusodok selalu penisku ke luar serta ke lubang vaginanya yang merah basah. Rita mulai melenguh kembali serta saya makin bernafsu menusukkan penisku sampai basic vaginanya. ?Oogghh, Maahh, oogghh.. sangat nikmat sayang?, lenguhku sekalian pejamkan mataku rasakan kesenangan vagina Rita yang menyut-menyut serta menyedot-nyedot. 

?Paahh.. Mamah enaak kembali, oogghh.. Paahh?, ia mulai melenguh kembali keenakan. Saya makin semangat menusukkan penisku yang makin tegang serta rasa-rasanya air maniku telah naik ke ujung penisku untuk kusemburkan di kemaluan Rita yang hangat membara. 

Kubalikkan tubuhnya agar tengkurap serta dengan bertopang pada ke-2 dengkulnya saya ingin bersenggama dengan doggy model, agar penisku dapat kutusukkan ke vaginanya dari belakang sekalian lihat pinggul serta pantatnya yang putih serta indah. Dalam tempat senggama menungging demikian, saya serta Rita rasakan kesenangan yang begitu prima serta dahsyat. Ditambah lagi saya rasakan lubang vaginanya makin sempit menjepit batang penisku serta sedotannya makin menjadi-jadi. 




?Paahh.. teruuss genjoott.. Paahh..? Rita mulai mengeluh kembali keenakan serta pantatnya makin mundur maju hingga lubang vaginanya tampak jelas melahap semua batang penisku. ?Blleess, shhoott.. bleess.. sroott, sreett crreeckk..? gesekan penisku serta vaginanya makin asik terdengar bercampur lenguhan yang makin nyaring dari dua anak manusia yang sama-sama dirundung cinta. 

?Maahh, oogghh.. adduuhh, Yaangg.. emghh, Papah enaakk, ooghh!? saya tergoncang-goncang serta dengkulku makin lemas meredam kesenangan serta nafsuku yang makin menggelegak. Selain itu keringatku makin bercucuran membasahi kasur walau AC cukuplah dingin di kamar hotel itu. 

?Paahh, oogghh, teruuss tusuuk Paahh..? Rita merintih-rintih ke asyikan, keliatannya akan klimaks kembali. Rupanya Rita tidak mau tahu jika tempat persetubuhan waktu itu akan selesai 2-1 untuk kemenanganku, serta entahlah akan membuahkan score berapakah sampai pagi hari kelak, soalnya mumpung bertemu sebelum ia dikawinkan. 

Rita memintaku untuk telentang kembali serta sesaat ia ada jongkok di depanku, hingga vaginanya yang merah basah sampai ke bulu-bulunya tampak jelas di muka mataku. Saya memberikan kode supaya Rita mendekatkan vaginanya ke mukaku. 


Tidak lama kemudian vaginanya telah ditindihkan di mulutku serta kulumat habis cairan asin bercampur manis yang berada di selangkangan serta mulut vagina serta bulunya. Kujilati habis serta kutelan dalam-dalam. Rita melenguh kesenangan sekalian menggoyangkan pinggulnya ke atas ke bawah serta membenamkan vaginanya ke mukaku. 

?Paahh.., ooghh, Paahh.., nikmaatt, yaangg.. teruuss, aduuhh.., oogghh, eemmhh, gilaa.., emmhh?, mulai ramai kembali ia dengan lenguhannya yang makin meningkatkan semangatku untuk selalu melumat, menjilat, menggigit-gigit kecil kemaluan serta klitorisnya, lidahku selalu menggapai-gapai ke kemaluannya serta kadang-kadang menjilat lubang pantatnya, hingga ia menggeliat serta melenguh keenakan. Lenguhan Rita jika tengah senggama itu tidak dapat kulupakan sampai sekarang ini. 

Rita ialah isteriku yang sebenarnya, walau dengan sah tidak bisa dikerjakan sebab kondisi kami semasing. Kadang kami bingung apa cinta kasih kami selalu tiada akhir sampai takdir memisahkan kami berdua? Rita kembali kuminta telentang, sebab telah kebiasaanku jika saya klimaks mesti lihat mukanya serta dengar lenguhannya di muka mataku, serta rasa-rasanya semua perasaan cintaku serta spermaku tumpah ruah di vaginanya jika saya ejakulasi sekalian ada diatas tubuhnya yang mulus montok, kadang sekalian meremas buah dadanya yang putih padat. 

Kumasukkan kembali selekasnya penisku yang sekeras besi serta berwarna coklat mengkilap itu kelubang vaginanya, ?Blleess.? Saya telah tidak tahan kembali meredam gumpalan spermaku di ujung penisku. Kugenjot penisku keluar masuk vaginanya sampai ke ujung batang penisku, hingga rambut kemaluan kami berasa bergesekan membuat makin geli serta nikmat rasa-rasanya. Kuangkat kaki kanan Rita ke atas, hingga saya makin gampang serta bernafsu memaju mundurkan pinggulku serta penisku, Rita meringis serta melenguh keenakan. 

?Paahh.. teruuss Paahh.. oogghh, penis Papah eaakk.. oogghh, eemmhh.. emmhh.. aduuhh.? Keringat kami makin bercucuran membasahi sprei, waktu bodoh telah bayar mahal ini. Saya makin bernafsu menyodok serta menarik batang penisku dari vagina Rita yang makin licin tetapi masih sempit seperti perawan. 

?Ooogghh.. Maahh.. oogghh.. Maahh.. turut goyang dong Sayaang.., ooghh.. Papaahh maauu keluuaarr..? saya makin hilang ingatan saja dibuatnya, keringat makin bercucuran, nikmat serta sangat nikmat tiap-tiap bersetubuh dengan Ritaku sayang. 

Air maniku rasa-rasanya tinggal menanti komando saja untuk disemprotkan habis-habisan kelubang vagina Rita. ?Paahh, aduuhh, bareng yuu.. Paahh.. Mamah mmoo keluaarr kembali?, Rita meminta saya menindihnya serta menciumnya. Selekasnya kutimpa ia dari atas sekalian melumat mulut, bibir serta lidahnya. 

?Ooogghh.. yuu.. baraeeng.. Paahh.. aiiaaogghh.. aduhh.. yuu Maahh.. Paahh..? tubuh kami sama-sama meregang, berpelukan erat seolah tidak ingin terlepas kembali. Air maniku kusemprotkan dalam-dalam ke lubang vagina Rita, rasa-rasanya tidak ada kembali tersisa. Kami terkulai lemas dalam pelukan hangat serta senang sekali. 

Kadang-kadang penisku kutusukan ke vaginanya, Rita menggelinjang geli serta melenguh ?Paahh.. udaahh.. Mamahh geli..? matanya terpejam senang. Kuciumi ia, kubersihkan kembali vaginanya dengan jilatan lidah serta mulutku, daripada gunakan handuk. Vaginanya masih harum, manis serta wangi laksana melati. 



Sepulang dari Singapore, saya serta Rita masih tetap tetap berjumpa di sejumlah motel di Jakarta serta sekelilingnya. Saya seolah tidak ikhlas melepas kekasihku untuk dikawinkan dengan lelaki lainnya. Tetapi memang tidak ada jalan lainnya, karena walau Rita sudah mengatakan keikhlasannya menjadi istri ke-2 ku, akan tetapi saya sangat cinta keluarga terpenting anak-anakku yang masih tetap perlu perhatian. 

Rita begitu maklum hal tersebut, akan tetapi ia pun tidak dapat menampik kemauan orangtuanya untuk selekasnya menikah mengingat hal tersebut buat seseorang wanita ialah suatu yang perlu memiliki kepastian sebab usianya yang makin bertambah. Saat itu Rita telah berumur hampir 26 tahun serta untuk wanita seusia itu patut untuk selekasnya berumah tangga. 

Tiada berasa hari pernikahan Rita telah tinggal tersisa sebulan kembali, bahkan juga undangan pesta pernikahan telah mulai diciptakan, serta ia memberitahu saya jika resepsi pernikahannya akan diadakan di Balai Kartini. Hatiku makin terasa kesepian, dari waktu ke waktu saya makin sentimentil serta seringkali marah-marah termasuk juga pada Rita. 

Saya demikian tidak ikhlas serta rasa-rasanya terasa cemburu serta ditaklukkan oleh seseorang lelaki lainnya calon suami Rita yang sebetulnya tidak ia sayangi. Tetapi itu satu fakta pahit yang perlu kutelan. Itu kebiasaan ketimuran kita, kebiasaan leluhur serta moyang kita. 

Mungkin jika saya serta Rita hidup dalam suatu negara berkebudayaan barat, perihal ini tidak akan berlangsung, karena Rita dapat memastikan pilihannya sendiri untuk hidup bahagia bersamaku dalam suatu flat tiada bisik-bisik tetangga serta handai-taulan di seputar kita. 

Tiada berasa juga saya telah merajut cinta serta melakukan hubungan intim dengan Rita hampir empat tahun lamanya, layaknya seperti suami isteri tiada seseorang juga yang tahu serta hebatnya Rita tidaklah sampai memiliki kandungan sebab kami memakai langkah kalender yang ketat hingga kami bersenggama bila Rita dalam kondisi tidak subur.


Dalam satu sore, Rita meneleponku meminta diantarkan untuk mengukur gaun pengantinnya dalam suatu rumah model langganannya di lokasi Slipi. Kebetulan saya tengah cukup rindu pada ia. Kujemput ia dalam suatu toko di Blok M setelah itu kami melaju mengarah Semanggi untuk ke arah ke Slipi. Di mobil ia cukup diam, tidak seperti umumnya. 

?Rit, kok tumben tidak bersuara?, kataku memecah hening. 
Ia memandang mukaku perlahan-lahan, masih tiada senyum. Air matanya tampak samar di pelupuk matanya. 
?Mah, mengapa sayang? kok keliatannya bersedih?, kataku satu kali lagi. 
Ia masih menunduk serta air matanya mulai melaju menetes di tanganku yang tengah mengelus mukanya. 
?Makin bertambah dekat hari pernikahanku, saya makin bertambah susah Pah?, katanya. 

?Mamah memikirkan malam pengantin yang benar-benar tidak Mamah harap berlangsung dengan lelaki lainnya. Sayang sekali kamu telah punya orang yang lain. Mengapa kita baru disandingkan saat ini?? Rita berceloteh 1/2 bergumam. Saya terasa iba, juga sekaligus mengasihani diriku yang tidak dapat banyak berbuat untuk membahagiakannya. 

Kugenggam tangannya erat-erat seakan tidak ingin terlepaskan. Tiada berasa, mobilku telah masuk pekarangan rumah model yang ditunjukan Rita. Hampir 1/2 jam saya menanti di mobil sekalian tiduran, mesin serta pendingin mobilku menyengaja tidak kumatikan. 

Laser disk dengan lagu ?Love will lead you back? mengalun sayup meningkatkan situasi sendu yang menyelimutinya perasaanku. Saya dikagetkan Rita yang masuk mobil serta membanting pintunya. Sesudah ada di jalan raya kutanya ia ingin ke manakah kembali serta ia menjawab terserahku. 

Kuarahkan mobilku kembali pada jembatan Semanggi serta belok kiri ke jalan Jenderal Sudirman serta masuk ke Hotel Sahid. Sesaat saya mengatur check-in di Reception Desk, Rita menungguku di lobby hotel. Lalu kami naik lift ke arah kamar hotel di lantai dua. 

?Pah, Mamah berikan semuanya untukmu, Mamah cemas sesaat kembali Mamah dipingit, tidak bisa keluar sendirian kembali, maklum kebiasaan kuno kejawen masih tetap ketat.? Tiada malu-malu kembali sebab kami sudah seperti suami isteri, ia buka satu-satu baju yang menempel di badannya hingga kemontokan tubuhnya yang tidak dapat kulupakan tampak jelas di hadapanku. 

Tiada malu-malu juga ia mulai memelorotkan celana panjang sampai celana dalamku, hingga batang penisku yang masih tetap tiduran terjaga. Tiada menungguku buka pakaian serta kaus singlet, Rita telah membenamkan batang penisku ke mulutnya serta melumatnya dalam-dalam. Saya mulai rasakan kesenangan yang mengagumkan serta batang penisku mulai mengembang besar serta keras seperti besi. 

?Ogghh.. Maahh.., isep selalu yaang ooghh, aduuhh.. gelli?, saya mulai melenguh nikmat serta Rita makin cepat mengulum penisku dengan memaju-mundurkan mulutnya, penisku makin berasa menegang serta saluran darah berasa panas di batang penisku serta Rita makin semangat melumat habis batang penisku. 

?Ogghh, Paahh, enaakk asiin.. Paahh.? Wah, batang penisku semakin berasa senut-senut serta tegang sekali rasa-rasanya cairan spermaku telah bergabung di ujung kepala penisku yang makin merah mengkilat dikulum habis Rita. Saya meminta Rita hentikan hisapannya dahulu, jika tidak rasa-rasanya spermaku mau muncrat di mulutnya. 

?Ooogghh, Maahh, telah dahulu doong, Papaahh moo.. keluaar!? Rita menuruti eranganku serta bergerak rebah serta telentang dalam tempat tidur. Saya ambil nafas dalam-dalam untuk meredam muncratnya spermaku. Saya turut naik ke tempat tidur serta kutenggelamkan mukaku ke tengah selangkangannya yang mulus putih tanpa cela pas di muka kemaluannya yang merekah merah. Kujulurkan lidahku untuk lalu dengan meliuk-liuk mainkan kelentitnya, turun ke bawah menjilat selintas lubang pantatnya. Rita melenguh kegelian serta mulai menaik-turunkan pantatnya yang putih serta gempal. 



Kutarik ke atas lidahku serta kujilat langit-langit vaginanya yang mulai basah serta berasa manis serta asin. Kutegangkan lidahku supaya berasa seperti penis, selalu kutekan lebih dalam menyapu langit-langit vagina Rita. Rita makin memundur-majukan pinggulnya hingga lidahku tembus lubang vaginanya makin dalam. Saya sebetulnya ingat jika hasil operasi selaput daranya kemarin di Singapore dapat jebol kembali, tetapi saya tidak perduli jika kesenangan bersenggama dengan Rita sudah mencapai puncak ke ubun-ubunku. 

?Paahh.. ooghh.. woowww.. ooghh.. paahh, selalu paahh.. enaakk.. paahh lidahnya kayaak kontooll..? Goyangan pinggul Rita makin menggila, saya juga lebih semangat membabi buta mainkan lidah serta mulutku melumat habis vagina serta klitorisnya sampai cairan Rita makin banyak mengalir. Kuhisap serta kutelan habis cairan vagina Rita yang asin manis itu hingga lubang vaginanya tetap bersih kemerahan. 

Rita selalu menyodok-nyodokkan vaginanya ke mukaku hingga lidahku tenggelam makin dalam di lubang vaginanya, sampai mulai berasa pegal rasa-rasanya lidahku selalu kutegangkan seperti penis. ?Paahh.. telah naik sayaang, Mamah telah tidak tahan, masukan penisnya sayang.? Rita menarik tanganku ke atas agar saya selekasnya meningkatkan badanku diatas badannya. 

Penisku sudah berasa panas serta tegang sekali. Rita tidak sabar menggenggam penisku serta menuntunnya ke lubang vaginanya yang telah basah sebab lendir kemaluan bercampur ludahku. Jadi ?bleess?, ?Ogghh.. Paahh.. tekan selalu sayaang, Mamah udaahh rinduu.. oogghh emmgghh.. Paah.. selalu goyaang sayaang.. ooghh..? Pantat Rita mulai berjalan turun naik dengan liar serta penisku sesaat masuk sesaat keluar dari lubang vaginanya yang menyedot-nyedot kembali. 

Kunaikkan kaki kanannya serta dengan tempat 1/2 miring serta posisiku setengan duduk saya sodok vagina Rita dari belakang. Saya makin bernafsu jika lihat pantat serta pinggul Rita yang putih. Penisku makin ganas serta tegang menyodok mantap vaginanya dari belakang. 

Narasi Dewasa ? Rita mengubah tubuhnya hingga menungging membelakangiku serta penisku tidak kucabut dari vaginanya. ?Paahh.. teruuss doong, Mamaah nikmaa.. ogghh.. teruuss.. sodook sayaang.. ogghh.. Paahh.. aaogghh.. uugghh..? Pantatnya makin menggila mundur maju serta saya juga makin menggila menyodokkan penisku sampai rasa-rasanya ingin patah. 

Memang tiap-tiap senggama sama Rita rasa-rasanya habis-habisan. Kutumpahkan semua potensi serta keperkasaanku untuk membahagiakan Ritaku. Ia juga demikian, tidak ada yang tersisakan jika kami bersenggama. Mesti habis-habisan agar senang. Keringat kami membanjiri sprei hotel seperti habis mandi. 

?Mmaahh.. ooghh, teruuss goyaang.. oogghh.. Maahh.. Papaahh moo keluaarr.. hilang ingatan Maahh.. vaginanyaa.. ooghh.. nikmaat.. sekalii..? Saya mulai ribut serta Rita melenguh makin panjang. Mungkin tamu kamar samping dengar lengkingan serta lenguhan kami. 


Waktu bodoh! ?Pahh.. emmghh.. oogghh.. Paapaahh.. adduuhh.. Paahh.. adduuhh.. Mamaahh.. mmoo kelluuaarr.. emmgg.. adduhh.. Paahh aduuhh.. Paahh.. adduuhh?, Kugenjot selalu penisku keluar masuk, vagina Rita yang makin banjir dengan cairan vaginanya, selalu kugenjot penisku sampai pegel saya tidak perduli. Keringat kami selalu membanjiri sprei. 

Kuminta Rita telentang kembali sebab dengkulku mulai lemas. Ia tersenyum sekalian masih pejamkan matanya. Oh, cantiknya bidadariku, rasa-rasanya ingin kukeluarkan semua isi penisku untuk dia. Rita baru sadar jika hasil operasi selaput daranya mungkin jebol kembali. Rita katakan waktu bodoh, yang terpenting semua sudah dikasihkan buat Papah. 

Agar saja suaminya berprasangka buruk atau geram atau bahkan juga jika ingin cerai sekalinya jika tahu ia tidak perawan kembali. Kesempatan ini kami tidak menanti waktu saat Rita tidak sedang subur, sebab Rita ingin memiliki kandungan anakku serta orang akan tidak berprasangka buruk sebab Rita akan miliki suami. Memang kasihan nasib suami Rita kelak, tetapi bukan salah kami sebab ia merampas cinta kami, ya kan? 

?Cepat pah input kembali ach.. janganlah mikirin orang yang lain!? Tuch kan begitu ia tidak mengambil perduli mengenai hari pernikahannya serta calon suaminya, karena buat ia akulah suami sebenarnya dalam hati sanubarinya. Bleess.., ?Ooogghh.. Paahh, enaak.. Paahh.. aaoogghh.. uuhhgg.. uughh.. genjot selalu Paah?, Saya tekan penisku sekuat-kuatnya sampai tembus semua ke lubang terdalam vaginanya sampai berasa mentok. 

?Ooogghh.. mmaahh.. nikmaatt.. istrikuu.. sayaangg.. oogghh.. aagghh.. eemmgghh..? saya 1/2 berdiri kembali dengan sandaran ke dua dengkulku serta kurenggangkan ke-2 kaki Rita, kusodokkan selalu penisku keluar masuk vaginanya, bleess.. sreett.. blleess.. sreet.., vaginanya memunculkan nada yang makin memancing gairah kami berdua. Rita pejamkan serta mengigit-gigit bibirnya serta mencakar-cakar punggung serta tanganku saat mulai meregang. 

?Ooogghh.. Paappaahh.. emmgg.. oogghh.. aduuhh.. Mamaah moo keeluuarr.. ooghh.. Paahh.. teruuss.. saayyaang, keluuaarriinn barreenng oogghh?, 
?Hayyoo.. Maahh.. oogghh.. hayoo.. baarr.. ooghh.. reenng.. Maahh.. ooghh?, teriakanku tidak kalah serunya. 

Kami menggelepar, meregang, mengejang bersama, terasanya nafasku ingin copot serta Rita melenguh panjang sekalian rasakan cairan air maniku tertumpah ruah di lubang kemaluannya, berasa nikmat serta hangat tuturnya. 

Umumnya setelah rasakan klimaks yang begitu dahsyat Rita tetap memukul serta mencubit sayang badanku, selalu kecapekan ingin tidur hingga terbaring lunglai dengan keringat bercucuran. Saya tetap memeluk serta menciumi keningnya, hidungnya, mulutnya, rambutnya sampai ke pantatnya, umumnya ia menggelinjang serta marah-marah sebab geli.

Cerita Dewasa, Cerita Sexs, Cerita Hot, Cerita Panas, Selingkuhan, Adik Ipar Ngetot, Kakak Ipar, Perselingkuhan, Ngawe, Tante, Bahenol,Seksi, Kisah Seks,Cerita Sex,Cerita Panas,Cerita Bokep,Cerita Hot,Cerita Mesum,Cerita Dewasa,Cerita Ngentot,Cerita Sex Bergambar,Cerita ABG,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Sedarah,Cerita Sex Tante,Cerita Sex Pasutri


REPOST BY : SITUS POKER ONLINE




Rajabakarat Situs Casino Online Terpercaya Dan Terbaik Di Indonesia